Lahir di Padang pada tanggal 15 Agustus 1941, berdomisili di Komplek Perumahan Dosen Universitas Jambi No. 08 Telanaipura Kota Jambi. Mempunyai seorang isteri bernama Hj. Zuraida Akur, juga pegawai negeri sipil dan dikaruniai 5 orang anak, yaitu Prima Audia Daniel Saaluddin, SE., Ir. Rafael Daniel Saaluddin , Edwin Daniel Saaluddin, S.PSi., Dhani Daniel Saaluddin, SE dan Rika Jelita Daniel Saaluddin.
Lahir di Jambi pada tanggal 31 Oktober 1959, berdomisili di Jl. Cemara II RT. 31 RW. 06 No. 21 Kelurahan Selamat Jambi. Mempunyai seorang isteri bernama Rita Kurniawati, SE serta mempunyai 2 orang anak yaitu R.A. Wulantari, S.I.Kom dan Rd. Abd. Jabbar.
Mendalo, SU- Acara Unja Expo yang berlangsung di Balairung Pinang Masak Universitas Jambi berlangsung meriah. Acara dibuka langsung Purek III Dr. Drs. Maizar Karim, M.Hum, Selasa (8/6). Kegiatan ini dilaksanakan selama tiga hari dengan kegiatan puncaknya di Grand Hotel. Ketua Presiden Unja Nasrul Hakim mengatakan bahwa tujuan dari acara ini untuk memberi apresiasi untuk mahasiswa yang berprestasi, memotivasi mahasiswa lain agar menggali potensi diri, selain itu juga sebagai wujud kebanggaan terhadap kampus Unja dan menunjukkan kepada masyarakat bahwa Unja memang berprestasi.
”UKM Korps Suka Rela Palang Merah Indonesia (KSR PMI) mengadakan acara donor darah, dan mahasiswa dari ilmu kedokteran Unja akan mengadakan periksa kesehatan gratis,”kata nasrul. Unja Expo mendapat sambutan yang sangat menggembirakan. Hal itu terbukti dengan membludaknya peserta yang mengikuti lomba baik lomba kesenian melayu, debat maupun Tilawatil Qur’an. Selain itu, hampir seluruh UKM yang ada di Unja turut ambil bagian dalam Unja Expo tersebut. Mereka mendirikan stan-stan dengan memajang penghargaan dan piala yang diperoleh, menjual hasil kreativitas dan juga melakukan acara sosial.
Yang paling menarik di antara stan-stan yang berdiri itu, terdapat sebuah stan yang memajang barang-barang unik. Ternyata, semua barang kerajinan tangan itu adalah hasil karya Suku Anak Dalam (SAD) Jambi. ”Ini adalah buah karya Suku Anak Dalam (SAD), dibimbing tim pembinaan Al Ardvici yang dipimpin oleh Ir. Dede Martino,” kata Evi Marlina, salah satu penjaga stan Cinderamata Khas SAD.
Menurutnya, pembinaan berlangsung selama hampir enam bulan di Muara Bulian. Warga SAD akhirnya berhasil membuat replika ambung, gantungan kunci, dan juga replika pondok yang biasa dihuni mereka saat berada didalam hutan belantara. Stan kerajinan tangan SAD ini, cukup diminati pengunjung Unja Expo. (Yul)