Profil

Depan
Fakultas
Lembaga
UPT. Komputer
Perpustakaan
Pusat Layanan Jaringan

Login Form






Lupa Kata Sandi?

Sivitas Unja

 Lahir di Padang pada tanggal 15 Agustus 1941, berdomisili di Komplek Perumahan Dosen Universitas Jambi  No. 08 Telanaipura Kota Jambi. Mempunyai seorang isteri bernama Hj. Zuraida Akur, juga pegawai negeri sipil dan dikaruniai 5 orang anak, yaitu  Prima Audia Daniel Saaluddin, SE., Ir. Rafael Daniel Saaluddin , Edwin Daniel Saaluddin, S.PSi., Dhani Daniel Saaluddin, SE dan Rika Jelita Daniel Saaluddin.

Baca lebih lanjut...
 

 Lahir di Jambi pada tanggal 31 Oktober 1959, berdomisili di Jl. Cemara II RT. 31 RW. 06 No. 21 Kelurahan Selamat Jambi. Mempunyai seorang isteri bernama Rita Kurniawati, SE serta mempunyai 2 orang anak yaitu R.A. Wulantari, S.I.Kom dan Rd. Abd. Jabbar.

Baca lebih lanjut...
 

Depan
Peran Mahasiswa Pertanian dalam Pembangunan Pertanian
 

Dalam seminar nasional, lokakarya, kaderisasi nasional, dan Milad ke-17 ISMPI. Ikatan Senat Mahasiswa Pertanian Indonesia (ISMPI) Universitas Jambi menyelenggarakan beberapa kegiatan. Menurut Ketua Pelaksana Yoppy Wira A.S kegiatan ini merupakan hasil Musyawarah Kerja Nasional Ikatan Senat Mahasiswa Pertanian Indonesia (Mukernas ISMPI) di Universitas Jenderal Sudirman Purwokerto pada bulan Mei 2009. Dimana Universitas Jambi ditunjuk sebagai tuan rumah pelaksanaan kegiatan nasional ISMPI.

“Kegiatan dilaksanakan dari tanggal 19 sampai 23 Mei dengan agenda kegiatan seperti seminar nasional, lokakarya, kaderisasi nasional, dan Milad ke-17 ISMPI,” kata Yoppy. Kegiatan seminar nasional menghadirkan tiga orang nara sumber yang berkompeten di bidangnya seperti Pakar Ekonomi Pertanian IPB Muhammad Firdaus, Ph.D, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi Jambi Ir. Abu Sucamah, MM, dan Dosen Fakultas Pertanian Universitas Jambi Prof. Dr.Ir Zulkarnain, M. Hort. Sc.

Dalam paparannya Zulkarnain yang memberikan materi dengan tema peran mahasiswa pertanian dalam pembangunan pertanian menjelaskan bahwa mahasiswa adalah kelompok masyarakat yang sedang menekuni bidang ilmu tertentu dalam lembaga pendidikan tinggi. Memiliki kedudukan yang khas (special position) di masyarakat dengan berbagai atribut. ”Salah satu peran mahasiswa pertanian dalam revitalisasi pertanian adalah melakukan riset untuk menghasilkan rekayasa teknologi maupun kelembagaan yang dapat mendukung pembangunan pertanian yang memberdayakan petani,” jelasnya.

Secara umum kondisi pertanian di Indonesia mengalami ketidakberdayaan petani yang disebabkan kegagalan pasar, keterbatasan jumlah institusi dan sumber daya manusia pertanian di daerah, perguruan tinggi yang mempunyai expert teknologi dan mahasiswa belum melaksanakan aktifitas tridharma yang sinergis dengan pembangunan pertanian. ”Alih teknologi secara langsung dan pembinaan kepada petani dapat dilakukan mahasiswa melalui Kukerta,” kata Zulkarnain dihadapan peserta seminar.

Selanjutnya, mahasiswa fakultas pertanian perlu dibekali dengan pengetahuan dan keterampilan yang memadai untuk mendukung tercapainya kompetensi yang harus dimiliki sebagai syarat mutlak untuk menjadi sarjana pertanian dengan profil spesifik yang akan dijalani di dalam masyrakat. Pada kesempatan yang sama Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi Jambi Ir. Abu Sucamah, MM mengungkapkan mempertahankan swasembada bukanlah hal yang mudah, peningkatan produksi padi nasional nampaknya sulit mengimbangi pertumbuhan penduduk Indionesia. Hal ini dikarenakan berbagai faktor diantaranya fragmentasi lahan persawahan, rusaknya jaringan irigasi, tingginya harga saprodi, dan rendahnya kemampuan sumber daya manusia petani. ”Swasembada harus berjalan seiring dengan pengurangan kemiskinan di kalangan petani dan warga pedesaan pada umumnya,” terang Abu Sucamah.

Secara ekonomis mungkin saja harga beras impor lebih murah dari beras lokal, namun fakta ini tidak menjadi alasan untuk mengambil solusi pendek dengan mengandalkan impor dan meminggirkan swasembada pangan. ”Industri pangan terutama beras tidak hanya dilihat kacamata ekonomi, masuknya beras impor jelas akan makin memperburuk kehidupan para petani,” katanya. Dalam rangka meraih swasembada beras menurutnya, harus dilakukan revitalisasi pertanian agar lebih memperkuat peran sektor pertanian dalam pembangunan nasional. Misalnya dengan melalui optimalisasi pemanfaatan lahan dan pengembangan sumber daya manusia pertanian, aplikasi teknologi berwawasan lingkungan dalam rangka meningkatkan produksi pangan, meningkatkan kesejahteraan petani melalui peningkatan melalui peningkatan Nilai Tukar Petani (NTP). ”Diversifikasi pangan akan memberikan penguatan pada swasembada beras secara berkelanjutan,” tuturnya. (Dedi)

   

Users' Comments  
 

Average user rating

   (0 vote)

 

Display 1 of 1 comments

saran

By: Roy () on 13-07-2010 17:06

saran

By: Roy on 13-07-2010 17:06

Seminar yang seperti ini harus banyak dilakukan, agar kreatifitas mahasiswa dapat dibentuk....

 

Display 1 of 1 comments



Add your comment
Name
E-mail
Title  
 
Comment
 
Available characters: 600
   Notify me of follow-up comments
   
   



mXcomment 1.0.7 © 2007-2010 - visualclinic.fr
License Creative Commons - Some rights reserved
< Sebelumnya   Berikutnya >

Pengunjung

Saat ini ada 8 tamu-tamu online
Jumlah pengunjung sejak 01 Januari 2007 : 346215 orang
Larger FontSmaller Font

Kalender

September 2010
Su Mo Tu We Th Fr Sa
  1 2 3 4
5 6 7 8 9 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30  

Jajak Pendapat

Apakah keberadaan fasilitas Internet di Universitas Jambi masih perlu dipertahankan?