Lahir di Padang pada tanggal 15 Agustus 1941, berdomisili di Komplek Perumahan Dosen Universitas Jambi No. 08 Telanaipura Kota Jambi. Mempunyai seorang isteri bernama Hj. Zuraida Akur, juga pegawai negeri sipil dan dikaruniai 5 orang anak, yaitu Prima Audia Daniel Saaluddin, SE., Ir. Rafael Daniel Saaluddin , Edwin Daniel Saaluddin, S.PSi., Dhani Daniel Saaluddin, SE dan Rika Jelita Daniel Saaluddin.
Lahir di Jambi pada tanggal 31 Oktober 1959, berdomisili di Jl. Cemara II RT. 31 RW. 06 No. 21 Kelurahan Selamat Jambi. Mempunyai seorang isteri bernama Rita Kurniawati, SE serta mempunyai 2 orang anak yaitu R.A. Wulantari, S.I.Kom dan Rd. Abd. Jabbar.
Telanaipura, SU- Bertempat di Aula SMK Negeri 4 Kota Jambi sebanyak 64 orang Kabag dan Kasubbag mengikuti Pelatihan Manajemen Penyeliaan. Kegiatan yang bertujuan untuk Mengembangkan dan meningkatkan kemampuan pengetahuan keterampilan dan sikap seorang atasan/pimpinan dan memberikan bekal tambahan, pengetahuan serta pemahaman secara detail tentang manajemen penyeliaan bagi kepala bagian dan kepala sub bagian di lingkungan Universitas Jambi. Kegiatan dibuka oleh Purek II Dr. Ir. A. Rahman, SY, M.Sc, ia mengatakan kegiatan pelatihan ini ditujukan kepada para kepala bagian dan kepala sub bagian serta jabatan setingkat penyelia di lingkungan Universitas Jambi.
“Peserta diharapkan dapat memahami bahwa pimpinan bawah adalah faktor penentu berhasil tidaknya suatu organisasi, lembaga, perusahaan dan institusi lainnya dalam rangka mencapai sasaran dan tujuan yang telah ditetapkan,” ujarnya. Beliau juga menegaskan agar peserta mengetahui konsep dan teori mengenai pemimpin dan kepemimpinan, asas-asas dan fungsi kepemimpinan, dapat mengetahui pimpinan bawah yang bagaimana yang sukses dalam melaksanakan tugasnya dan memahami bahwa pimpinan bawah mempunyai kesempatan yang paling banyak untuk mengubah jerami menjadi emas bukan justru sebaliknya mengubah tumpukan emas menjadi abu.
Sementara itu, ketua panitia pelaksana Moh. Hafif, SE,ME bahwa dalam struktur organisasi umumnya terdapat tiga tingkatan pimpinan yaitu top manager, middle manager dan low manager. Diantara ke tiga tingkatan pimpinan tersebut yang sering mengalami kendala adalah pimpinan bawah (low manager), kendala tersebut dalam praktek menyebabkan yang bersangkutan kadang-kadang berada dalam posisi rancu, keadaan ini karena adanya dua arus yang berbeda yakni instruksi dari atasan ( Middle Manager) dan aspirasi dari bawahan (karyawan).”Kenyataannya sering terjadi tidak terlaksananya tugas-tugas pimpinan bawah sebagaimana mestinya, dengan kata lain adanya perasaan serba salah dalam mengahadapi dua pihak tersebut. Yang tergolong disuatu perguruan tinggi pimpinan bawah adalah meliputi Kabag dan Kasubbag atau lebih dikenal dengan sebutan penyeliaan atau supervisor,” kata Hafif.
Untuk menghadapi permasalahan ini dirasakan perlu diberikan pemahaman pada yang bersangkutan, agar masalah-masalah tersebut dapat diatasi. Upaya pemahaman tersebut dapat diwujudkan dalam bentuk pelaksanaan pelatihan manajemen penyeliaan bagi kabag dan kasubbag di lingkungan Universitas Jambi. (Lia)