Lahir di Padang pada tanggal 15 Agustus 1941, berdomisili di Komplek Perumahan Dosen Universitas Jambi No. 08 Telanaipura Kota Jambi. Mempunyai seorang isteri bernama Hj. Zuraida Akur, juga pegawai negeri sipil dan dikaruniai 5 orang anak, yaitu Prima Audia Daniel Saaluddin, SE., Ir. Rafael Daniel Saaluddin , Edwin Daniel Saaluddin, S.PSi., Dhani Daniel Saaluddin, SE dan Rika Jelita Daniel Saaluddin.
Lahir di Jambi pada tanggal 31 Oktober 1959, berdomisili di Jl. Cemara II RT. 31 RW. 06 No. 21 Kelurahan Selamat Jambi. Mempunyai seorang isteri bernama Rita Kurniawati, SE serta mempunyai 2 orang anak yaitu R.A. Wulantari, S.I.Kom dan Rd. Abd. Jabbar.
BEM Selenggarakan Seminar dan Training of Trainer se-Sumatera
Era otonomi daerah telah menyebabkan perubahan paradigma pengembangan industri yang sebelumnya bersifat sentralisasi menjadi desentralisasi, dimana justru diperlukan koordinasi yang lebih intensif antara pemerintah pusat dan pemerintah darah. Globalisasi di bidang ekonomi telah berlangsung sehingga tidak banyak lagi pilihan kebijakan perlindungan industri yang dapat digunakan. Hingga tantangan kinerja industri semakin berat dan kompleks. Berkenaan dengan hal tersebut Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unja menyelenggarakan seminar nasional dan training of trainer se-Sumatera. Kegiatan berlangsung selama dua hari di Aula Rektorat Lt.III Kampus Unja Mendalo.
Acara dibuka oleh Purek III Dr. Drs. Maizar Karim, M. Hum, beliau mengatakan perguruan tinggi berperan strategis dalam konteks pembangunan kapasitas dan peningkatan keahlian dan kompetensi profesional. Bangsa yang mempunyai banyak manusia terdidik, berpengetahuan, dan menguasai teknologi pasti memiliki daya saing kuat dalam kompetisi ekonomi global. Daya saing nasional amat ditentukan oleh kemampuan bangsa bersangkutan dalam mengembangkan ilmu pengetahuan, melakukan inovasi teknologi, dan mendorong program riset dan pengembangan untuk melahirkan berbagai penemuan baru.
”Isu strategi yang berkembang di seluruh perguruan tinggi di Indonesia adalah mengenai daya saing, mahasiswa seyogyanya selalu meningkatkan potensi diri yang dimilikinya,” kata Maizar dalam sambutannya di depan peserta seminar. Pada kesempatan yang sama, Kepala Biro Perencanaan Sekretariat Jenderal Kementerian Perindustrian Dr. Imam Maryono mengungkapkan sumber daya alam Indonesia sangat potensial untuk menumbuhkembangkan industri berbasis sumber daya alam. Karena letak Indonesia yang sangat strategis dapat mengakomodasi kepentingan berbagai negara serta kerjasama yang saling menguntungkan dengan negara-negara disekelilingnya. “Indonesia yang terdiri atas ribuan pulau dan penduduknya yang besar merupakan captive market bagi berbagai industri,” terangnya.
Ia juga menjelaskan tentang peran kementerian perindustrian dalam pengembangan sumber daya manusia industri adalah mereformulasi kompetensi melalui penyelarasan (link and match) kurikulum pendidikan tinggi dengan kebutuhan SDM dunia industri bersama-sama dengan stakeholder. ”Mendorong percepatan pembangunan industri kecil di daerah melalui bantuan beasiswa tenaga penyuluh industri di delapan unit pendidikan vokasi di lingkungan kementrian perindustrian,” ungkapnya. Menurut Imam Maryono, ada beberapa tantangan di dalam dunia usaha yakni lemahnya atau rendahnya daya saing global, efisiensi pemerintah, efisiensi bisnis , dan infrastuktur.
“Tujuan pembangunan jangka panjang adalam membangun industri dengan konsep pembangunan yang berkelanjutan berdasarkan pemabngunan ekonomi, pembangunan sosial, dan pembangunan lingkungan hidup,” katanya.
Presiden BEM Unja Nasrul Hakim menegaskan kegiatan ini diharapkan dapat membuka cakrawala baru bagi mahasiswa dalam menghadapi perubahan dunia yang begitu cepat. “Selain sebagai mahasiswa juga generasi muda kita punya potensi yang luar biasa dan selalu siap menghadapi perubahan,” tegasnya. (Dedi)