Profil

Depan
Fakultas
Lembaga
UPT. Komputer
Perpustakaan
Pusat Layanan Jaringan

Login Form






Lupa Kata Sandi?

Sivitas Unja

 Lahir di Padang pada tanggal 15 Agustus 1941, berdomisili di Komplek Perumahan Dosen Universitas Jambi  No. 08 Telanaipura Kota Jambi. Mempunyai seorang isteri bernama Hj. Zuraida Akur, juga pegawai negeri sipil dan dikaruniai 5 orang anak, yaitu  Prima Audia Daniel Saaluddin, SE., Ir. Rafael Daniel Saaluddin , Edwin Daniel Saaluddin, S.PSi., Dhani Daniel Saaluddin, SE dan Rika Jelita Daniel Saaluddin.

Baca lebih lanjut...
 

 Lahir di Jambi pada tanggal 31 Oktober 1959, berdomisili di Jl. Cemara II RT. 31 RW. 06 No. 21 Kelurahan Selamat Jambi. Mempunyai seorang isteri bernama Rita Kurniawati, SE serta mempunyai 2 orang anak yaitu R.A. Wulantari, S.I.Kom dan Rd. Abd. Jabbar.

Baca lebih lanjut...
 

Depan
PK3P Selenggarakan FGD Pemilukada yang Demokratis
 

Dalam negara hukum yang demokratis, kegiatan memilih orang atau sekelompok orang untuk menjadi pemimpin atau duduk di lembaga-lembaga kenegaraan melalui pemilu/pemilukada, idealnya diselenggarakan dengan prinsip-prinsip pemilu/pemilukada yang langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil. Prinsip-prinsip inilah yang menjadi landasan sekaligus tolok ukur untuk menilai, apakah pelaksanaannya sudah berjalan dengan baik atau tidak.

Pelanggaran atau kesalahan dalam penyelenggaraan pemilu/pemilukada dalam praktik ternyata tidak saja dilakukan oleh para peserta, tetapi  juga dapat dilakukan oleh penyelenggara yakni KPU/KPUD,  pemerintah atau pemerintah daerah. Perselisihan hasil pemilihan umum kepala daerah sebagaimana yang terjadi dalam praktik pemilukada di Indonesia, pada dasarnya merupakan sengketa hukum (rechtsstrijd). Secara teoretis, sengketa hukum (rechtsstrijd) sekaligus pula merupakan sengketa kepentingan (belangenstrijd).

Balasan Editor komentar
Refleksi Legal Filosofis Eksistensi Pemilukada Langsung
 

  Refleksi Legal Filosofis Eksistensi Pemilukada Langsung Dalam Demokrasi Indonesia
Prof. H. Abdul Bari Azed, SH, MH.
H. Hendra Nurtjahjo, SH, MHum

Pemilukada langsung dari segi pelaksanaannya, sejak tahun 2005 hingga saat ini, telah menimbulkan pujian dan celaan. Eksistensi atau keberadaanya dipuji karena telah memberikan ruang luas bagi rakyat untuk mengaktualisasikan dirinya sebagai insan politik. Keresahan dan celaan juga muncul dirasakan dengan adanya fenomena dominasi politik uang (money politics) yang diikuti dengan tindak kekerasan antar para pendukung yang tiada hentinya. Dua sisi dikotomis ini memerlukan refleksi yuridis dasar-dasar hukum ketatanegaraan yang reformatif. Adalah harapan dunia akademik ketatanegaraan , untuk dapat menghantarkan rakyat  Indonesia ke depan pintu gerbang demokrasi yang sesungguhnya.

Balasan Editor komentar
Globalisasi Ekonomi: Dampaknya Terhadap Kesejahteraan
 

 Globalisasi  Ekonomi: Dampaknya Terhadap Kesejahteraan Dan Impor Serta Sepak Terjang Perusahaan Multinasional Di Indonesia
Dr. Haryadi, SE, MMS

I. Pendahuluan

Selama dua dekade terakhir perkenomian dunia telah mengalami perubahan yang cukup spektakuler  sebagai dampak dari globalisasi. Secara historis, sebenarnya globalisasi telah menjadi sebuah polemik yang selalu hangat diperbincangkan dalam 50 tahun terakhir ini. Kelompok pro-globalisasi dan kelompok anti-globalisasi saling mengemukakan argumen yang sama kuatnya. Kedua kelompok tersebut juga sama-sama memiliki bukti kuat sesuai dengan pendapat masing-masing.

Menurut Lodge dalam bukunya Managing Globalization In The Age Of Interdependence (1995 : 1), globalisasi adalah suatu proses saat mana masyarakat dunia menjadi semakin terhubungkan (interconnected) satu sama lainnya dalam berbagai aspek kehidupan. Hubungan tersebut bisa dalam hal budaya, ekonomi, politik, teknologi, maupun lingkungan. Melalui proses globalisasi, dunia berubah menjadi sebuah pasar global. Pasar tersebut bukan hanya untuk barang dan jasa, tetapi juga untuk penyediaan modal dan teknologi.  Meski harus diakui bahwa peran pemerintah masih saja tetap ada di banyak negara, secara  bertahap telah beralih kepada mekanisme pasar (market-driven).

Balasan Editor komentar
Peneliti lebih menjanjikan daripada menjadi pejabat
 

 Mendalo, SU- Menjadi pejabat mungkin impian setiap orang, tetapi menjadi peneliti hanyalah impian sebagian orang. Banyak yang beranggapan kalau menjadi seorang pejabat dapat menjadi kaya dan sukses sedangkan menjadi peneliti malah sebaliknya. “Menjadi seorang peneliti lebih menjanjikan dibandingkan dengan menjadi seorang pejabat,” ungkap rektor dihadapan peserta pelatihan. Rektor juga mengatakan banyak dosen yang lebih memilih menjadi seorang peneliti ketimbang menjadi seorang pejabat, bukan hanya urusan finansial saja tapi menjadi seorang peneliti berarti menjalankan tugas mulia.

Balasan Editor komentar
Anggota UKM Cinema Ikuti Pelatihan Photography
 

Bertempat di lantai 2 Hotel Novotel Jambi tiga orang anggota UKM-Cinema Unja yakni Yudi,Yoyok,dan Reihan mengikuti pelatihan photography yang diselenggarakan oleh Jambi Digital Camera Community ( JDCC ) .Melalui acara ini diharapkan mahasiswa mampu membagikan ilmunya ke komunitas cinematography di lingkungan kampus. Acara yang diikuti lebih dari 60 photographer. Hadir pada acara tersebut Jef Sugianto salah seorang photographer profesional Kehadiran beliau disambut antusias peserta, mengingat om Jef (biasa disapa) adalah seorang photograper profesional yang terkenal di Indonesia.

Balasan Editor komentar
Potensi Pengembangan Olahraga Suku Anak Dalam Di Provinsi Jambi
 

 Pasang surut keolahragaan nasional, yang telah memasuki kehidupan bangsa Indonesia sejak masa pra kemerdekaan, memang banyak dipengaruhi oleh kebijakan pemerintah, kehidupan sosial, aktifitas fisik dan kebugaran jasmani dari masyarakat itu sendiri. Namun, apapun kelebihan dan kelemahannya kebijakan nasional yang telah diluncurkan, kesemuanya itu merupakan respon nyata yang diposisikan bapak bangsa dan pemerintah untuk menjawab tantangan pada masa kini.

Salah satu faktor mengapa prestasi olahraga Indonesia semakin lama semakin merosot adalah tingkat kebugaran jasmani anak dan warga negara Indonesia sangat rendah, ini disebabkan kebiasaan hidup sehari-hari serba instan dan pengaruh kehidupan sosial yang serba global dan transparan, sehingga orang enggan untuk melakukan aktifitas fisik, dan akibatnya akan mempengaruhi gerak yang serba terbatas sehingga menyebabkan penyakit kegemukan. Oleh sebab itu sanggar kebugaran jasmani menjamur dimana-mana untuk menjanjikan menurunkan berat badan.

Balasan Editor komentar
<< Mulai < Sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 Berikutnya > Akhir >>

Pengunjung

Saat ini ada 7 tamu-tamu online
Jumlah pengunjung sejak 01 Januari 2007 : 345748 orang
Larger FontSmaller Font

Kalender

September 2010
Su Mo Tu We Th Fr Sa
  1 2 3 4
5 6 7 8 9 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30  

Jajak Pendapat

Apakah keberadaan fasilitas Internet di Universitas Jambi masih perlu dipertahankan?