Lahir di Padang pada tanggal 15 Agustus 1941, berdomisili di Komplek Perumahan Dosen Universitas Jambi No. 08 Telanaipura Kota Jambi. Mempunyai seorang isteri bernama Hj. Zuraida Akur, juga pegawai negeri sipil dan dikaruniai 5 orang anak, yaitu Prima Audia Daniel Saaluddin, SE., Ir. Rafael Daniel Saaluddin , Edwin Daniel Saaluddin, S.PSi., Dhani Daniel Saaluddin, SE dan Rika Jelita Daniel Saaluddin.
Lahir di Jambi pada tanggal 31 Oktober 1959, berdomisili di Jl. Cemara II RT. 31 RW. 06 No. 21 Kelurahan Selamat Jambi. Mempunyai seorang isteri bernama Rita Kurniawati, SE serta mempunyai 2 orang anak yaitu R.A. Wulantari, S.I.Kom dan Rd. Abd. Jabbar.
Unit Kegiatan Mahasiswa Cinema Universitas Jambi bekerjasama dengan studio art lintas mengadakan acara kesenian di Taman Remaja Kota Jambi. Acara tersebut menyuguhkan berbagai kegiatan kesenian seperti lomba dan pameran foto bertemakan Ramadan, pameran lukisan dan melukis bersama, pameran tanaman hias, lomba musik religi, serta lomba baca puisi yang dikuti oleh pelajar dan mahasiswa se-Kota Jambi. Hadir pada acara tersebut Wakil Walikota Sum Indra beserta jajaranya, guru-guru dari berbagai sekolah, dan dari pihak Universitas Jambi diwakili oleh Kabag Kemahasiswaan Drs. M. Yusuf Sulaiman.
Universitas Jambi melaksanakan wisuda mahasiswa ke-54 yang dilaksanakan pada tanggal 14 November 2009 kemaren di Balairung Kampus Unja Medalo. Kegiatan tersebut merupakan salah satu ritual akademik yang dilaksanakan Universitas Jambi dua kali dalam setahun. “Pelaksanaan wisuda seyogyanya dilaksanakan pada bulan Oktober, berhubung dengan beberapa kendala akhirnya kegiatan wisuda kali ini baru dapat kita laksanakan pada bulan November, “ kata Drs. H. Ardinal MSi selaku Purek I.
Keberadaan perpustakaan di setiap perguruan tinggi menempati posisi yang strategis, urgen dan vital bagi dinamika dan progresifitas perguruan tinggi itu sendiri. Perpustakaan merupakan indikator utama dari kemajuan suatu perguruan tinggi karena perpustakaan adalah unit yang menyediakan infrastruktur utama bagi perkembangan keilmuan, buku dan berbagai aset informasi lainnya.
Universitas Jambi sebagai agent of change dan pendorong kemakmuran di Jambi, berangkat dari keprihatinan stagnasi kualitas hidup masyarakat, rendahnya nilai tambah produk primer yang dihasilkan, dan stagnasi kualitas produk ilmu pengetahuan memprakarsai ide pengembangan sarana edukasi, laboratorium dan riset dalam rangka pengembangan ilmu pengetahuan (IPTEK) di Universitas Jambi.
Mendalo, SU- Himpunan Mahasiswa Jurusan Ilmu Ekonomi Fakultas Ekonomi Universitas Jambi mengadakan Lomba Cepat Tepat (LCT) tingkat Sumbagsel, acara yang diadakan di Aula Rektorar Unja Mendalo. Kegiatan ini diikuti oleh 13 Tim, berasal dari Universitas Bengkulu, Universitas Batanghari, Universitas Muaro Bungo, IAIN Sultan Thaha dan Universitas Jambi sebagi tuan rumah.
Dekan Dekan Fakultas Ekonomi Dr. Aprizal,SE,MSi. Ak dalam sambutannya mengatakan sangat bangga terhadap kegiatan kegiatan seperti yang diadakan oleh mahasiswa. “Untuk kegitan seperti ini kita akan selalu memberi mendukung, karena disinilah mahasiswa bisa belajar bagaimana berorganisasi, sehingga nantinya ketika selesai kuliah telah melikiki soft skill, “ jelasnya.
Pendidikan profesi merupakan pendidikan tinggi setelah program sarjana yang mempersiapkan peserta didik untuk memiliki pekerjaan dengan persyaratan keahlian khusus. Ketentuan tersebut dinyatakan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru bahwa pendidikan profesi guru hanya diikuti oleh peserta didik yang telah memiliki kualifikasi akademik S-1 atau D-IV, Hal ini mengharuskan guru menempuh pendidikan S-1 atau D-4 dan diteruskan dengan pendidikan profesi. Berkenaan dengan hal tersebut FKIP Universitas Jambi mengadakan lokakarya tentang persiapan penyusunan kurikulum dan bahan ajar Program Pendidikan Guru (PPG). Kegiatan berlangsung di Grand Hotel Jambi Acara dibuka langsung oleh rektor, dalam sambutannya ia mengatakan suatu organisasi akan berjalan dengan baik jika adanya evaluasi organisasi dalam melihat perkembangan dan kebutuhan masyarakat.
Kebanyakan di perguruan tinggi sudah memiliki pengetahuan yang cukup untuk menghadapi perubahan, mengerti akan apa yang diubah, tetapi banyak yang masih menjadikan perubahan sebagai lip service. Sambil menjalankan sistem yang sudah ada dan lama, pegawai atau karyawan dikerahkan untuk bekerja tetapi tidak diikuti dengan reward dan recognition. Demikian antara lain yang diutarakan oleh Direktur Akademik Ditjen Dikti Depdiknas Dr Ilah Sailah dalam acara brainstorming manajemen perubahan dalam tatakelola perguruan tinggi yang berlangsung di Ruang Sidang Senat Lt. III Unja Mendalo.